Kakan Kemenag Dompu Beri Peringatan Tegas : Jaga Sikap, Etika dan Kepercayaan Masyarakat


Dompu, Mediaruangpublik.com - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu, H. Najamuddin, S.Pd., M.Pd., turun langsung melakukan monitoring dan pembinaan ke sejumlah Madrasah di Kecamatan Manggelewa, Kamis (3/9/2026).

Didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, H. Ridwan, S.Pd., monitoring tersebut menyasar MI Al-Faat 2 Banggo, MTs Al-Inayah serta sejumlah Madrasah lainnya. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan salah satunya dipusatkan di ruang guru MI Al-Faat 2 Banggo.

Kepala MI Al-Faat 2 Banggo, M. Safrudin, S.Pd.I., bersama jajaran tenaga pendidik menyambut langsung kedatangan rombongan Kemenag Dompu.

Safrudin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakan Kemenag dan jajaran. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi pihak madrasah untuk mendapatkan arahan sekaligus evaluasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Kakan Kemenag dan Bapak Kasi Penmad. Kami juga memohon dukungan dan bimbingan untuk kemajuan madrasah kami,” ujarnya.

Dalam arahannya, H. Najamuddin menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat yang telah menitipkan pendidikan anak-anak mereka kepada madrasah.

Ia menilai, meningkatnya jumlah peserta didik di madrasah merupakan salah satu indikator adanya kepercayaan masyarakat yang harus dijaga bersama oleh seluruh tenaga pendidik.

“Dari sekian banyak madrasah yang kami kunjungi, laporan kepala madrasah setiap tahun semakin meningkat. Karena itu mari kita jaga kepercayaan masyarakat agar menitipkan anak-anaknya ke madrasah,” kata Najamuddin.

Menurutnya, guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu memberikan contoh melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Ia pun mengingatkan para guru agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun telepon seluler, khususnya dalam menjaga batas profesional sebagai tenaga pendidik.

“Hati-hati dalam menggunakan media atau ponsel. Jangan sampai ada yang mengarah ke hubungan asmara karena hal itu sudah mencoreng dan melanggar ketentuan bagi Bapak Ibu Guru. Mari kita jadikan pelajaran dari apa yang sudah terjadi,” tegasnya.

Najamuddin juga mengingatkan bahwa profesi guru memiliki tanggung jawab besar. Selain menjalankan tugas mendidik dan mencerdaskan peserta didik, guru juga dituntut menjaga integritas dan profesionalitas.

Ia menyinggung keberadaan program sertifikasi dan inpassing yang menjadi bagian dari kesejahteraan guru. Menurutnya, hal tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

“Kompetensi yang dimiliki Bapak Ibu Guru sebagai tenaga pendidik harus benar-benar ditanamkan pada diri sendiri. Salah satu kompetensi kepribadian adalah Bapak Ibu Guru harus mampu menjadi model untuk ditiru oleh peserta didik, baik dari tutur kata maupun kepribadian,” jelasnya.

Kakan Kemenag Dompu juga mengapresiasi perkembangan MI Al-Faat 2 Banggo yang disebut telah memperoleh kepercayaan cukup besar dari masyarakat.

Ia berharap kondisi tersebut terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi tenaga pendidik.

Monitoring kemudian berlanjut ke MTs Al-Inayah. Di madrasah tersebut, Kakan Kemenag Dompu kembali memberikan sejumlah arahan terkait strategi pengembangan dan peningkatan mutu madrasah.

Ia menekankan bahwa kemajuan sebuah madrasah tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta didik, tetapi juga kualitas serta komitmen para guru dalam menjalankan program pendidikan.

“Tugas Bapak Ibu Guru bagaimana untuk memajukan madrasah yang kita cintai bersama. Pendidikan anak-anak juga sangat bergantung pada peran guru,” ujarnya.

Najamuddin menegaskan, kehadiran jajaran Kemenag di madrasah bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, melainkan juga menjadi bagian dari pembinaan dan motivasi agar guru semakin aktif menjalankan tugas.

“Kami hadir untuk melihat secara langsung kondisi Bapak Ibu Guru. Kehadiran kami seperti ini hendaknya menjadi bentuk motivasi dalam memajukan madrasah itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan harus diawali dengan perencanaan yang matang. Program kerja madrasah harus disusun secara jelas, kemudian dilaksanakan dan dievaluasi secara berkelanjutan.

“Peningkatan mutu pendidikan itu bagaimana bentuk Bapak Ibu Guru menyusun program kerja pada madrasah itu sendiri. Kalau programnya sudah bagus, siswanya banyak, lalu apa yang dipertahankan? Tentu yang dipertahankan adalah Bapak Ibu Guru itu sendiri,” pungkasnya. [RP_US/Red]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.