Anggaran Rp1,43 Miliar, Revitalisasi PAUD National Kids Dompu Tembus 75 Persen


Gambar : Revitalisasi gedung KB PAUD National Kids di Desa Nanga Tumpu, Kecamatan Manggelewa, Dompu, NTB, mencapai progres 75 persen dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp1,43 miliar dan ditargetkan rampung akhir 2026, Sabtu (7/11/2026). [Ft. Gv]

Dompu, Mediaruangpublik.com - Revitalisasi gedung Kelompok Bermain (KB) PAUD National Kids di Desa Nanga Tumpu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus dikebut. 

Hingga Sabtu (7/11/2026), progres pembangunan fasilitas pendidikan tersebut telah mencapai sekitar 75 persen.

Pembangunan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 itu mengalokasikan dana sebesar Rp1.437.438.000. Penyelesaian pekerjaan ditargetkan pada November hingga Desember 2026.

Program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, terutama dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Kepala Sekolah KB PAUD National Kids, Haryati, S.E mengatakan bahwa pekerjaan konstruksi saat ini telah memasuki tahap penyelesaian sejumlah bagian bangunan.

"Progres pembangunan sudah mencapai sekitar 75 persen. Tinggal beberapa item pekerjaan yang masih harus diselesaikan sebelum batas waktu pelaksanaan berakhir," ujarnya saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (7/11/2026)

Ia berharap sisa pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan mutu dan kualitas konstruksi. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi dan ketentuan teknis yang berlaku agar bangunan dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Haryati memastikan persoalan status lahan yang menjadi lokasi pembangunan telah diselesaikan. Tanah tersebut merupakan milik pribadi yang telah dihibahkan untuk pengembangan lembaga pendidikan KB PAUD National Kids.

Penyelesaian proses hibah tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian administrasi dan legalitas penggunaan lahan, sehingga tidak menimbulkan persoalan kepemilikan di kemudian hari.

Haryati menilai peningkatan fasilitas pendidikan melalui program revitalisasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung pelayanan pendidikan bagi anak usia dini di wilayah Desa Nanga Tumpu dan sekitarnya.

Ia berharap gedung yang lebih representatif nantinya dapat memberikan suasana belajar dan bermain yang aman, nyaman, serta menunjang perkembangan anak secara maksimal. [RP_ABG]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.