Revitalisasi KB Rubiatunnugrah di Pekat Capai 85 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Desember

Gambar : Pembangunan revitalisasi KB Rubiatunnugrah di Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Dompu, telah mencapai progres 85 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Desember 2026 melalui dukungan APBN Tahun Anggaran 2026, Kamis (5/11/2026).

Dompu, Mediaruangpublik.com - Pembangunan revitalisasi Kelompok Bermain (KB) Rubiatunnugrah di Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus menunjukkan perkembangan positif. 

Hingga saat ini, progres pengerjaan fisik telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan tuntas pada 30 Desember 2026.

Revitalisasi satuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Dalam program tersebut, KB Rubiatunnugrah memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1.414.607.000. Jumlah itu disebut menjadi alokasi terbesar dibandingkan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan kelompok bermain lainnya di wilayah Kecamatan Pekat.

Kepala Sekolah KB Rubiatunnugrah, Yusuf, mengatakan bahwa sebagian besar pekerjaan pembangunan telah diselesaikan. Saat ini, pelaksanaan proyek tinggal menyisakan beberapa item pekerjaan yang harus dituntaskan.

"Alhamdulillah, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 85 persen. Tinggal beberapa item pekerjaan yang masih harus diselesaikan sebelum batas waktu pelaksanaan berakhir," ujarnya saat dikonfirmasi media ini, Kamis (5/11/2026). 

Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan, dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi serta memperhatikan ketentuan teknis yang berlaku.

Terkait status lahan pembangunan, Yusuf menjelaskan bahwa aspek administrasi dan legalitas kepemilikan tanah telah diselesaikan sesuai prosedur. Lahan yang digunakan merupakan tanah milik pribadi yang telah dihibahkan untuk kepentingan pembangunan lembaga pendidikan tersebut.

Menurut dia, proses hibah tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian hukum atas penggunaan lahan sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya persoalan kepemilikan pada masa mendatang.

Yusuf berharap, kehadiran gedung baru dengan fasilitas yang lebih memadai dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan anak usia dini di Desa Nangakara dan sekitarnya.

Ia juga optimistis fasilitas tersebut nantinya dapat menciptakan lingkungan belajar dan bermain yang lebih aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak-anak secara optimal. [RP_YDM]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.