STM Raih Penghargaan Gold Nasional atas Kontribusi Pencegahan Stunting di Dompu

 

Gambar : PT Sumbawa Timur Mining (STM) meraih penghargaan predikat Gold dalam GENTING Collaboration Summit 2026 atas kontribusinya mendukung percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Dompu, NTB, Kamis (5/11/2026) di Jakarta.

Jakarta, Mediaruangpublik.com - PT Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan pengelola Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), meraih penghargaan predikat Gold dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Penghargaan yang diterima pada Kamis (5/11/2026) di Jakarta tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi dan komitmen STM dalam mendukung percepatan pencegahan serta penurunan angka tengkes atau stunting di Kabupaten Dompu.

Capaian tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

GENTING Collaboration Summit 2026 mengusung tema "Satu Gerakan, Sejuta Harapan, Wujudkan Generasi Bebas Stunting". Kegiatan itu mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta Program Bangga Kencana.

Di Kabupaten Dompu, komitmen STM dalam mendukung pencegahan stunting telah diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur dasar yang berlangsung sejak 2017 hingga sekarang.

Melalui Program Partisipasi Desa (PPD) di sekitar wilayah operasional Proyek Hu’u, STM telah mendukung peningkatan fasilitas pada 42 unit posyandu dan polindes, membangun 618 unit jamban keluarga, serta menyediakan infrastruktur air bersih yang memberikan manfaat kepada 8.828 orang.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi dan akses terhadap air bersih, yang menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

Salah satu fasilitas kesehatan yang merasakan manfaat program tersebut adalah Polindes Rasabou, Kecamatan Hu’u.

Bidan Polindes Rasabou, Uun Yuniar, mengatakan bantuan STM telah memberikan perubahan nyata terhadap kenyamanan dan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut.

Ia mengungkapkan, sebelum mendapatkan bantuan, kondisi plafon polindes menjadi salah satu kendala dalam memberikan pelayanan yang nyaman kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, setelah diperbaiki oleh STM, kami merasa sangat nyaman bekerja di sini. Kami juga mendapatkan bantuan lemari obat dan alat kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dompu, Daryati Kustilawati, S.E., M.Si., menilai keterlibatan STM merupakan bentuk kemitraan nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendukung penurunan stunting.

Menurut dia, kontribusi perusahaan tersebut telah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui penyediaan akses air bersih bagi keluarga berisiko stunting, khususnya kelompok masyarakat pada desil 1 hingga 4.

Daryati menegaskan, upaya pencegahan dan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

"Partisipasi, semangat gotong royong, serta dukungan para mitra kerja, perusahaan swasta, dunia usaha, dan berbagai sektor lainnya sangat diperlukan. Kita harus bekerja bersama dan membangun komitmen untuk menghentikan serta mencegah stunting," katanya.

Selain pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, STM juga memberikan dukungan melalui pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan.

Senior Community Relations Analyst STM, Vovia Witni, menjelaskan bahwa pada 2023 perusahaan tersebut menyalurkan sebanyak 45.000 butir telur melalui 10 puskesmas di Kabupaten Dompu.

Bantuan itu ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak yang teridentifikasi mengalami stunting, wasting, dan underweight.

Menurut Witni, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ia mengatakan, pelaksanaan program sosial perusahaan dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Kami percaya bahwa masyarakat yang sehat merupakan faktor kunci dalam mewujudkan pertumbuhan daerah," ujarnya.

Mewakili STM dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2026, Witni menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara atas penghargaan yang diberikan kepada perusahaan tersebut.

Ia berharap penghargaan predikat Gold itu menjadi motivasi bagi STM untuk terus memperkuat kontribusi sosial, khususnya dalam mendukung pengentasan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat, bukan hanya dalam pengentasan stunting, tetapi juga melalui berbagai program sosial lainnya," katanya. [*/83]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.