Diduga Lamban Tangani Kasus Penganiayaan Berat, Warga Renda Blokade Jalan

DOMPU, MEDIARUANGPUBLIK.COM – Kekecewaan terhadap lambannya penanganan kasus dugaan penganiayaan berat memicu kemarahan warga. Ratusan warga Lingkungan Renda, Kelurahan Simpasai, Kabupaten Dompu, turun ke jalan dan memblokade sejumlah ruas jalan utama pada Kamis (9/7/2026) malam sebagai bentuk protes terhadap belum adanya kepastian hukum dalam perkara tersebut.

Aksi tersebut dipicu oleh kasus dugaan penganiayaan berat yang menimpa IH alias J (40), warga Dusun Woro Selatan, Desa Baka Jaya, yang berasal dari Kelurahan Simpasai. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/7/2026). Korban ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di kawasan tanjakan Desa Nowa. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka berat berupa luka gorok di bagian leher serta sejumlah luka bacok di kepala, tangan, dan kaki hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Dari keterangan awal korban, aparat disebut telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat hanya beberapa jam setelah kejadian. Namun, hingga hampir sepekan berlalu, warga menilai perkembangan penanganan perkara belum menunjukkan kejelasan, sehingga memicu gelombang protes.

Dalam aksi tersebut, massa memblokade tiga titik strategis, yakni di Cabang PDAM Dompu, pertigaan Renda, dan depan MIS AT-Taqwa. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas selama aksi berlangsung.

Salah seorang warga berinisial RS mengatakan masyarakat mempertanyakan perkembangan penyidikan karena menurut mereka masih terdapat sejumlah terduga pelaku yang belum ditahan.

"Kami hanya ingin ada kepastian hukum. Kami meminta aparat segera menindaklanjuti kasus ini secara serius dan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai perkembangan penyidikannya," ujarnya di lokasi aksi.

Situasi sempat mendapat pengamanan ketat dari personel gabungan Kepolisian dan TNI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Woja, IPTU Kurniawan, yang berada di lokasi menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan penyidik yang menangani perkara tersebut dan berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus kepada masyarakat secepatnya.

Melalui komunikasi dan pendekatan persuasif antara aparat dan tokoh masyarakat, massa akhirnya bersedia membuka blokade jalan. Arus lalu lintas pun kembali normal.

Meski aksi telah berakhir, warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan berat tersebut secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum tetap terjaga. [RP_83]]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.