40 Hektare Sawah Terancam Hilang Produksi, Ketua P3A Sentil Keras Pemda dan DPRD
Dompu, Mediaruangpublik.com - Dua tahun berlalu tanpa solusi. Saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Kiri Laju di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, yang jebol di dua titik hingga kini belum juga diperbaiki.
Dampaknya tidak main-main, sekitar 40 hektare sawah milik petani di wilayah P3A Poto Fare gagal ditanami dan terancam terus kehilangan produktivitas.
Kerusakan pada So Ndano Na'e I dan So Ndano Na'e II membuat aliran air irigasi terputus. Di sisi lain, sedimentasi yang menumpuk semakin memperparah kondisi saluran sehingga petani tidak memiliki pilihan selain membiarkan lahan mereka terbengkalai.
Ketua P3A Desa Mbawi, Hermansyah atau yang akrab disapa Keu, menyebut lambannya penanganan pemerintah sebagai bukti bahwa persoalan petani belum menjadi prioritas.
"Selama dua tahun kami hanya melihat kerusakan yang terus dibiarkan. Sawah tidak bisa digarap, hasil panen hilang, sementara petani terus menanggung kerugian. Kami ingin tahu, sampai kapan pemerintah membiarkan kondisi ini" katanya, Rabu (1/7/2026).
Kekecewaan itu juga diarahkan kepada tujuh anggota DPRD Kabupaten Dompu dari Dapil I Kecamatan Dompu. Keu menilai para wakil rakyat seharusnya menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, bukan sekadar hadir ketika masa kampanye atau reses.
"Petani tidak membutuhkan janji. Kami membutuhkan aksi nyata. Jangan hanya datang saat meminta dukungan politik, tetapi menghilang ketika rakyat menghadapi persoalan yang mengancam mata pencaharian mereka," tegasnya.
Menurut Keu, kerusakan irigasi yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya menghambat musim tanam, tetapi juga berdampak pada perekonomian keluarga petani dan berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah.
Keu bersama Para Petani mendesak Pemerintah Kabupaten Dompu, Pemerintah Provinsi NTB, DPRD Dompu, serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan permanen terhadap saluran sekunder DI Kiri Laju.
Bagi Petani, setiap hari keterlambatan penanganan berarti semakin besar kerugian yang harus mereka tanggung dan semakin jauh harapan untuk kembali menggarap sawah mereka. [Gafar]



Komentar