PLT UPTD Dikpora Woja Tekankan Budaya Inovasi, Siap Jadikan Kantor Pusat Perubahan Pendidikan di Dompu
Dompu, Mediaruangpublik.com - Pelaksana Tugas (PLT) UPTD Dikpora Kecamatan Woja, Edy Mulyadi, S.Pd, menegaskan komitmennya membangun budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif demi mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Dompu.
Baginya, Kantor UPTD Dikpora Woja tidak boleh sekadar menjadi tempat mengurus administrasi, tetapi harus berkembang menjadi pusat lahirnya ide, solusi dan perubahan bagi dunia pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Edy saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran UPTD Dikpora Kecamatan Woja, Selasa (28/7/2026). Ia mengajak seluruh aparatur untuk terus menghadirkan gagasan-gagasan baru serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
"Saya memiliki keyakinan bahwa kantor ini tidak boleh hanya menjadi tempat administrasi semata. UPTD Dikpora Kecamatan Woja harus menjadi pusat lahirnya gagasan, pusat kolaborasi, dan pusat perubahan bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Dompu," ujarnya.
Edy menegaskan, semangat pengabdian dan kreativitas seluruh pegawai harus terus dipelihara. Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat adalah ruang yang mampu melahirkan inovasi, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pendidikan.
"Jangan pernah menjadikan kantor ini sebagai 'kuburan' bagi ide, kreativitas, dan semangat pengabdian. Jadikan kantor ini sebagai rumah bersama, tempat kita berdiskusi, berinovasi, saling menguatkan, dan menghadirkan solusi bagi setiap tantangan pendidikan," tegasnya.
Ia menjelaskan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Dompu, khususnya dalam memperkuat karakter peserta didik melalui program Dompu Mengaji yang mendorong literasi Al-Qur'an di seluruh satuan pendidikan.
Selain itu, implementasi Kurikulum Muatan Lokal Dompu juga terus diperkuat sebagai upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, bahasa daerah, dan nilai-nilai kearifan lokal.
Menurut Edy, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi yang berkarakter, beriman, serta bangga terhadap identitas daerahnya.
Sejak dipercaya memimpin UPTD Dikpora Kecamatan Woja, Edy memulai pembenahan dari penguatan budaya disiplin di lingkungan kerja. Pelaksanaan apel pagi dan apel sore dilakukan secara konsisten sebagai media evaluasi, koordinasi, sekaligus memperkuat tanggung jawab seluruh aparatur.
"Saya percaya bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak lahir dari kebiasaan yang besar, tetapi dari disiplin kecil yang dilakukan secara terus-menerus," katanya.
Dalam mendukung program pemerintah sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UPTD Dikpora Kecamatan Woja juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, PGRI, IGORNAS, Pemerintah Kecamatan Woja, tokoh masyarakat, insan pers, hingga seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Woja.
Ia menilai, peningkatan mutu pendidikan hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
"Pendidikan hanya akan maju apabila semua elemen bergerak bersama dalam semangat gotong royong, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kita," ungkapnya.
Menutup penyampaiannya, Edy mengajak seluruh jajaran UPTD Dikpora Kecamatan Woja untuk terus bekerja dengan penuh dedikasi, menjadikan kantor sebagai simbol perubahan, pusat inovasi, dan lembaga pelayanan pendidikan yang profesional, humanis, serta berkualitas.
Ia berharap setiap bentuk pengabdian yang dilakukan mampu menjadi investasi bagi masa depan pendidikan Dompu, melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai putra-putri daerah.
"Mari kita bekerja bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi meninggalkan jejak pengabdian. Mari kita mengabdi bukan untuk dikenang karena jabatan, tetapi karena manfaat yang kita berikan. Sebab, keberhasilan seorang pemimpin bukan diukur dari lamanya memimpin, melainkan dari perubahan baik yang mampu ia tinggalkan," pungkasnya. [RP_Given]

Komentar