Dugaan Fee Fantastis Dana Pokir Irigasi Mengemuka, Aliansi Desak APH Bongkar hingga ke Lapangan
Dompu, Mediaruangpublik.com - Aroma dugaan permainan dalam pekerjaan irigasi yang bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) salah satu anggota DPR RI Dapil NTB I mulai menyita perhatian publik. Informasi mengenai dugaan fee bernilai fantastis mencuat dan memantik desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) tidak tinggal diam.
Dugaan tersebut mencuat setelah beredar informasi berupa rekaman dan komunikasi yang disebut-sebut berkaitan dengan pemberian fee dalam pelaksanaan kegiatan. Jika nantinya terbukti, praktik tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas pekerjaan fisik serta kesesuaian proyek dengan volume dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Kondisi ini membuat Aliansi Peduli Kebijakan angkat suara. Furkan dan Syarifuddin alias Didan mendesak APH segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, bukan hanya memeriksa berkas administrasi.
“Dari empat kelompok GP3A dan P3A yang menjadi bahan acuan, kami meminta APH sesegera mungkin melakukan audit lapangan dan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat, baik pemberi maupun penerima fee,” tegas perwakilan Aliansi Peduli Kebijakan, Rabu (10/9/2026).
Menurut Aliansi, lapangan harus menjadi titik pembuktian. APH dinilai perlu mencocokkan antara anggaran yang tersedia, dokumen pekerjaan, volume yang terpasang, kualitas material hingga kondisi fisik irigasi yang telah dibangun.
Mereka juga mengingatkan, apabila dugaan fee tersebut benar terjadi dan terbukti berkaitan dengan pelaksanaan proyek, persoalannya tidak bisa dianggap sepele. Sebab, adanya potongan atau pemberian fee yang tidak semestinya berpotensi memengaruhi efektivitas penggunaan anggaran serta hasil pekerjaan yang diterima masyarakat.
“Kami tidak ingin praktik suap-menyuap atau pemberian fee menjadi budaya di tengah masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu. Kalau memang ada dugaan pelanggaran, bongkar dan periksa secara terang-benderang,” ujar Furkan.
Komentar