Mahasiswa NTB Akan Kepung Mabes Polri, Desak Kapolres Bima Kota Dicopot dan Diadili

 

Jakarta, Mediaruangpublik.com – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Nusa Tenggara Barat (NTB) se-Jabodetabek akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026) pukul 11.23 WIB hingga selesai.

Sekitar 500 mahasiswa dan pemuda asal NTB yang bermukim di Jakarta dipastikan turun ke jalan. Mereka membawa satu tuntutan utama: penindakan tegas terhadap dugaan keterlibatan Kapolres Bima Kota dalam praktik beking jaringan narkoba.

Koordinator aksi, Jefry, menegaskan bahwa massa mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk segera menangkap, mengadili, dan memecat Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., yang diduga menerima setoran rutin dari jaringan peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

“Kami meminta Kapolri tidak ragu menindak tegas. Jika benar ada aliran dana bulanan dari jaringan narkoba yang disetor melalui oknum Kanit Narkoba kepada Kapolres, maka itu adalah pengkhianatan terhadap institusi dan rakyat,” tegas Jefry dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya itu, massa aksi juga meminta Mabes Polri mengambil alih sepenuhnya penanganan kasus tersebut guna menjamin independensi dan transparansi proses hukum. Mereka menilai, jika kasus ini ditangani di tingkat daerah, potensi konflik kepentingan sangat besar.

Aliansi ini juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan di tubuh Polda NTB. Mereka bahkan mendesak pencopotan oknum Kapolda NTB yang dinilai gagal melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap jajarannya, sehingga dugaan praktik setoran narkoba bisa terjadi di tingkat Polres.

“Kami ingin bersih-bersih di tubuh Polri, khususnya di NTB. Jangan sampai aparat yang seharusnya memberantas narkoba justru diduga ikut menikmati hasilnya,” tambahnya.

Selain mendesak pemecatan dan proses hukum, massa juga menuntut keterbukaan penanganan perkara yang kini disebut sedang ditangani oleh Divisi Propam Mabes Polri, Paminal Polri, serta Propam Polda NTB. Mereka meminta publik diberi akses informasi yang jelas mengenai perkembangan pemeriksaan terhadap oknum Polres Bima Kota tersebut.

Aksi ini disebut sebagai bentuk kontrol sosial dan kepedulian mahasiswa NTB terhadap maraknya peredaran narkoba di daerah mereka. Aliansi menegaskan, gerakan ini akan terus berlanjut hingga ada langkah konkret dan transparan dari Mabes Polri.

“Jangan lindungi oknum. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu,” pungkas Jefry. [RP. 06]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.