Tragis, Bocah 5 Tahun di Dompu Tewas Diduga Dibunuh Ayah Kandung

 

Dompu, mediaruangpublik.com - Peristiwa memilukan terjadi di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat malam (6/2/2026). Seorang bocah berusia lima tahun bernama Muhaimin ditemukan meninggal dunia setelah diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri berinisial AH (29).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 Wita, ketika korban bersama ibunya menghadiri acara pernikahan warga setempat. Setelah pulang dari acara tersebut, korban tiba-tiba tidak terlihat sehingga keluarga mulai mencarinya.

Beberapa saat kemudian, pelaku mendatangi ibu korban dan menyampaikan bahwa anaknya telah meninggal dunia. Pengakuan tersebut langsung memicu kepanikan keluarga dan warga sekitar. Dari keterangan awal, pelaku mengaku telah mencekik korban hingga tewas dan sempat menyembunyikan jasadnya di dalam lemari kamar.

Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa di halaman rumah. Temuan tersebut memicu kemarahan warga yang kemudian mengepung rumah pelaku.

Untuk mengantisipasi situasi yang memanas, personel Polres Dompu sekitar pukul 23.20 Wita segera mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi pelaku dari dalam rumah guna menghindari kemungkinan aksi massa. 

Proses pengamanan dipimpin oleh IPDA Mutaqin bersama personel SPKT, Reskrim, dan Intelkam.

IPDA Mutaqin menyampaikan bahwa langkah cepat dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus memastikan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. 

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika menjelaskan bahwa kasus tersebut saat ini ditangani secara profesional. 

Polisi juga tengah berkoordinasi dengan instansi terkait karena pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa pada tahun 2019.

Hingga kini, pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara situasi keamanan di wilayah setempat dilaporkan tetap kondusif. [RP. Ekha]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.