Warga Desa Sorinomo Tolak Pelebaran Pembangunan Koperasi Merah Putih

 

Dompu, Mediaruangpublik.com - Rencana pelebaran pembangunan Koperasi Merah Putih ke arah barat di Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menuai penolakan dari warga setempat.

Masyarakat menilai, pelebaran bangunan tersebut berpotensi menutup akses sekaligus mengurangi keindahan lapangan sepak bola yang berada tepat di belakang lokasi pembangunan.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Sorinomo, H. Uji, menegaskan bahwa warga tidak menolak keberadaan koperasi sebagai upaya memajukan perekonomian desa. Namun, ia meminta agar posisi bangunan digeser beberapa meter agar tidak menutup area lapangan yang selama ini menjadi fasilitas umum masyarakat.

“Kami tidak menolak berdirinya Koperasi Merah Putih. Kami hanya berharap bangunannya digeser sekitar empat meter saja supaya tidak menutup lapangan sepak bola yang sudah lama ada,” ujar H. Uji saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2025).

Menurutnya, lapangan tersebut telah lama dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan olahraga dan sosial. Meski lahan disebut merupakan milik pemerintah daerah, warga merasa lapangan itu memiliki nilai sejarah dan fungsi penting bagi generasi muda desa.

Tokoh masyarakat lainnya juga menyampaikan keberatan serupa. Mereka menilai pembangunan koperasi saat ini turut menutup akses jalan masuk menuju lapangan sepak bola.

“Kami mohon agar permintaan ini bisa diindahkan. Jangan sampai koperasi yang tujuannya baik justru menutup akses dan mengurangi fungsi lapangan,” ungkap salah satu warga.

Warga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa. Namun, menurut mereka, pemerintah desa menyampaikan bahwa pembangunan koperasi merupakan proyek yang telah melalui proses tender sehingga kewenangan berada di pihak lain.

Kepala Desa Sorinomo, Supardi, ketika diminta menjadi fasilitator atau jembatan aspirasi masyarakat kepada pihak yang berwenang, disebut belum memberikan jawaban yang tegas. 

Warga berharap Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten Dompu, hingga pihak terkait lainnya dapat mencari solusi terbaik agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan fasilitas umum yang sudah ada.

Masyarakat Desa Sorinomo menegaskan bahwa penolakan ini bukan didasari kepentingan lain, melainkan semata-mata demi menjaga fasilitas publik dan mendukung kemajuan desa secara bersama-sama.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.