Pasien Diduga Hanya Ditangani via WhatsApp, Pelayanan Puskesmas Rasabou Tuai Kecaman Keluarga

 

Dompu, mediaruangpublik.com - Pelayanan kesehatan di Unit Puskesmas Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuai sorotan tajam dari keluarga pasien. Mereka mengaku kecewa atas pelayanan yang dinilai tidak profesional dan tidak manusiawi, khususnya terkait ketidakhadiran dokter piket saat pasien membutuhkan penanganan langsung.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Abdullah, SH, MH, yang keluarganya sempat menjalani perawatan di Puskesmas Rasabou pada Selasa (17/2/2026). Ia mengaku terkejut dengan sistem pelayanan yang diterapkan, di mana perawat harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter piket melalui pesan WhatsApp, karena dokter tidak berada di tempat.

Menurut Abdullah, kondisi tersebut sangat memprihatinkan, sebab pasien tidak mendapat pemeriksaan langsung dari dokter. Perawat, kata dia, terlihat harus menunggu arahan dokter secara daring sebelum dapat mengambil tindakan medis.

“Kami sangat heran dan kecewa. Dokter piket yang seharusnya standby di fasilitas kesehatan justru tidak berada di tempat. Semua penanganan harus menunggu jawaban dokter melalui WhatsApp,” ungkap Abdullah.

Ia menambahkan, dokter piket yang bertugas sejak pagi hingga sore hari tidak kunjung hadir di Puskesmas, sehingga keluarga pasien merasa khawatir terhadap kondisi kesehatan anggota keluarganya yang membutuhkan penanganan segera.

Abdullah menilai, sikap tersebut mencerminkan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga medis. Ia juga menyoroti praktik diagnosa yang hanya mengandalkan laporan perawat melalui komunikasi daring, tanpa pemeriksaan langsung terhadap pasien.

“Kami menilai ini tidak sesuai dengan standar pelayanan medis. Dokter seharusnya hadir dan memeriksa pasien secara langsung, bukan hanya menerima laporan lewat WhatsApp,” tegasnya.

Akibat kondisi tersebut, keluarga pasien mengaku merasa kecewa, sedih, dan tidak mendapatkan kepastian penanganan medis. Mereka akhirnya memutuskan untuk membawa pulang pasien karena menilai pelayanan yang diberikan tidak memenuhi standar yang semestinya.

Abdullah berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu dan pihak manajemen Puskesmas Rasabou segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tenaga medis, khususnya dokter piket yang bertugas saat kejadian tersebut.

“Kami meminta pemerintah dan kepala puskesmas segera mengambil langkah tegas. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat dan tidak boleh diabaikan,” pungkasnya. [RP. 01]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.