Sepuluh Hari Pertama Ramadhan Hampir Usai, Kakan Kemenag Dompu Ajak Umat Tingkatkan Iman dan Konsistensi Ibadah

H. Najamuddin, S.Pd.,M.Pd 
(Kakan Kemenag Kabupaten Dompu) 

Dompu, Mediaruangpublik.com – Sepuluh hari pertama bulan suci Ramadhan hampir berakhir. Waktu yang berjalan begitu cepat meninggalkan kesan mendalam bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, H. Najamuddin, S.Pd., M.Pd, mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.

“Ramadhan adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, meningkatkan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sepuluh hari pertama ini adalah fase turunnya rahmat Allah yang begitu luas,” ujarnya.

Menurutnya, selama sepuluh hari pertama, umat Muslim telah merasakan berbagai bentuk rahmat Allah, mulai dari nikmatnya berpuasa, memperbanyak ibadah, hingga bermunajat dalam doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap. 

Suasana masjid yang semakin hidup dengan shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan shalat malam menjadi gambaran semangat spiritual masyarakat Dompu.

Ia menilai, Ramadhan membawa perubahan positif dalam kehidupan umat. Nilai kesabaran, ketawadukan, serta kepedulian sosial semakin tumbuh. Umat diajak untuk mampu mengendalikan hawa nafsu dan mengarahkan diri pada perbuatan-perbuatan yang lebih baik.

“Kita juga merasakan betapa kuatnya doa dan luasnya ampunan Allah. Banyak yang memohon ampun atas kesalahan dan berjanji untuk memperbaiki diri. Allah selalu membuka pintu taubat bagi hamba-Nya,” tambahnya.

H. Najamuddin menegaskan, meski sepuluh hari pertama hampir usai, perjalanan spiritual Ramadhan masih panjang. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga konsistensi ibadah dan tidak mengendurkan semangat dalam menjalankan puasa, shalat, serta amal kebaikan lainnya.

Ramadhan, lanjutnya, bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Ia berharap, rahmat yang dirasakan di awal Ramadhan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas iman hingga akhir bulan suci.

“Jadikan sepuluh hari pertama ini sebagai awal perjalanan spiritual kita menuju kesempurnaan. Teruslah berdoa, beribadah, dan memperbaiki diri,” pungkasnya. [RP. US/83]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.