Kemenag Dompu Hadiri Penamatan Santri Al-Majidiyah NW, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta
Dompu, mediaruangpublik.com - Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti halaman Pondok Pesantren Al-Majidiyah NW Cakra Baru, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Kamis (21/5/2026).
Ratusan santri dan santriwati dari jenjang MI, MTs dan MA resmi ditamatkan dalam kegiatan Tasyakuran Penamatan bertema “Melangkah Bersama Menuju Masa Depan Gemilang.”
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Najamuddin, S.Pd.,M.Pd didampingi Ketua Pokjawas Hanafi, S.Pd, Pengawas Pembina Hamkah, S.Pd serta Staf PD Pontren H. Yamin. Kehadiran jajaran Kemenag Dompu semakin menambah khidmat suasana acara.
Turut hadir Pimpinan Pondok Pesantren Al-Majidiyah NW, Dewan Guru, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, hingga para Wali Murid yang memadati area Pesantren untuk menyaksikan momen bersejarah bagi putra-putri mereka.
Dalam sambutannya, Najamuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Ponpes Al-Majidiyah NW yang dinilai telah berhasil membina dan mendidik santri hingga mencapai tahap penamatan.
“Hari ini kita menyaksikan hasil dari proses panjang pendidikan pesantren, yakni lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang diharapkan mampu menjadi penerus bangsa,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.
Ia menegaskan bahwa tugas pesantren bukan hanya mencetak santri yang mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan generasi berprestasi yang memiliki akhlak kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
“Al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan sekaligus petunjuk hidup. Jika pondasi keagamaannya kuat, maka generasi yang lahir akan kokoh dalam ilmu, akhlak, dan pengabdian,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik lembaga pesantren sebagai amanah bersama. Menurutnya, keberhasilan santri merupakan kebanggaan bukan hanya bagi pesantren, tetapi juga bagi para orang tua dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Dompu turut menyinggung arah kebijakan pemerintah terkait pendidikan madrasah dan pesantren, khususnya penerapan kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, pendekatan cinta dalam mendidik menjadi kunci lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
“Ketika guru mengajar dengan cinta, santri akan belajar dengan nyaman dan tumbuh dengan karakter yang kuat. Pendidikan agama harus mampu menyentuh hati dan relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Rangkaian acara semakin semarak dengan penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para santri dan santriwati berprestasi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan Bank BPR Kecamatan Manggelewa sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan keagamaan di Kabupaten Dompu.
Suasana haru pun pecah saat para santri dipanggil satu per satu untuk menerima ijazah penamatan. Tangis bahagia para wali murid tak terbendung melihat anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan di Ponpes Al-Majidiyah NW.
Sementara itu, pimpinan Ponpes Al-Majidiyah NW, Imam Jayadi, S.Pd.I menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Kemenag Dompu, tokoh masyarakat, serta seluruh wali murid yang terus memberikan kepercayaan kepada lembaga tersebut.
"Saya berharap para alumni dapat terus membawa nama baik pesantren dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup", ucapnya. [US/83]

Komentar