Bank NTB Syariah Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat KUR 2026
Mataram, Mediaruangpublik.com - PT Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan kembali mengaktifkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026, setelah sempat vakum selama beberapa tahun terakhir.
Langkah tersebut menjadi strategi penting Bank NTB Syariah dalam memperluas akses pembiayaan produktif berbasis syariah bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Desk Head Corporate Secretary Bank NTB Syariah, Rahman Kamarud Zaman, menyampaikan bahwa kebijakan pengaktifan kembali KUR merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Di sisi pembiayaan, Bank NTB Syariah juga akan memulai kembali penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah vakum selama beberapa tahun sebagai bentuk komitmen mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.
Tak hanya fokus pada pembiayaan, Bank NTB Syariah juga tengah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memperkuat fundamental bisnis pada tahun 2026. Di antaranya penguatan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko, optimalisasi kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, percepatan transformasi digital, hingga peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Selain itu, pengembangan ekosistem layanan keuangan syariah berbasis digital juga terus dipacu melalui optimalisasi aplikasi RIMO (Rinjani Mobile) yang kini telah mengantongi izin operasional penuh.
Optimalisasi layanan digital tersebut diyakini mampu meningkatkan transaksi masyarakat secara elektronik sekaligus memperkuat pendapatan berbasis layanan atau fee based income perusahaan.
Kinerja fundamental Bank NTB Syariah sepanjang tahun 2025 juga menunjukkan tren positif. Total aset perseroan tercatat meningkat hingga mencapai sekitar Rp17,3 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga tumbuh menembus angka Rp14 triliun.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator kuat bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTB Syariah tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Rahman menegaskan, penguatan fundamental perusahaan dan penerapan manajemen risiko yang lebih optimal menjadi fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Di sisi lain, Bank NTB Syariah juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) guna mendukung efisiensi, transparansi, dan modernisasi layanan keuangan daerah.
Kembalinya program KUR pada tahun 2026 diharapkan menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM di NTB untuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, produktif dan sesuai prinsip Syari'ah dalam mengembangkan usaha mereka serta memperkuat perekonomian lokal. [Tim]

Komentar