Pemdes Sorinomo Perketat Pencegahan Pernikahan Dini, Pesta Pernikahan di Bawah Umur Tak Diberi Izin

 

Dompu, Mediaruangpublik.com - Pemerintah Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengambil langkah tegas untuk menekan praktik pernikahan di usia anak. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa menjaga masa depan dan keberlanjutan pendidikan generasi muda di wilayah setempat.

Kepala Desa Sorinomo, Supardi atau yang akrab disapa Ama Jan, mengatakan upaya pencegahan pernikahan dini telah dilakukan secara berkelanjutan selama kurang lebih dua tahun. Pemerintah desa, kata dia, tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga mulai menerapkan sejumlah aturan di tingkat desa.

“Sudah berproses dua tahun terkait pernikahan dini. Kami juga sudah membuat aturan-aturan di tingkat desa,” kata Supardi, Selasa (15/9/2026).

Salah satu langkah yang diterapkan adalah tidak memberikan izin keramaian bagi masyarakat yang melangsungkan pernikahan dengan pasangan yang masih di bawah umur. Kebijakan itu dimaksudkan agar pernikahan anak tidak mendapat legitimasi sosial melalui pesta atau kegiatan keramaian.

Tak hanya itu, perangkat Desa Sorinomo juga diimbau untuk tidak menghadiri acara pernikahan yang melibatkan pasangan di bawah umur. Pemerintah desa juga tidak memberikan izin terhadap hiburan yang biasanya menyertai pesta pernikahan, seperti gendang beleq, ale-ale maupun kecimol.

Menurut pemerintah desa, langkah tersebut bukan semata-mata untuk membatasi kegiatan masyarakat, melainkan sebagai bentuk pencegahan agar keluarga mempertimbangkan secara matang dampak pernikahan terhadap masa depan anak.

Pemdes Sorinomo menilai pencegahan pernikahan dini tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Peran orang tua, keluarga, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk memastikan anak-anak tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan dan mempersiapkan masa depan.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Desa Sorinomo berharap angka pernikahan di usia anak dapat ditekan. Anak-anak di wilayah itu diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan kehidupan mereka sebelum memasuki jenjang berkeluarga. [RP_YADAM]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.