Bara Nusa Geruduk PDAM Tirta Asasta, Soroti Krisis Air hingga Dugaan Penyimpangan
Depok, Mediaruangpublik.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bara Nusa Kota Depok menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM Tirta Asasta Depok, Jalan Legong Raya No. 01, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (5/10/2026).
Aksi tersebut menyoroti buruknya pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Depok sekaligus mendesak keterbukaan dan pemeriksaan terhadap sejumlah dugaan persoalan dalam pengelolaan perusahaan daerah tersebut.
Sekitar 10 orang massa aksi yang dikoordinatori Entin Rosmini dan Sandi Butar-Butar membawa spanduk, poster, pengeras suara serta bendera Merah Putih. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pelayanan publik, pembangunan infrastruktur air, hingga tata kelola PDAM Tirta Asasta.
Dalam orasinya, Bara Nusa menyatakan dukungan terhadap langkah Komisi VII DPR RI untuk menelusuri dan menindaklanjuti berbagai persoalan pengelolaan air yang mereka soroti di Kota Depok.
Massa mendesak PDAM Tirta Asasta segera mencari solusi terhadap persoalan krisis air bersih yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Menurut mereka, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas pelayanan pemerintah daerah dan perusahaan daerah.
Selain persoalan pelayanan, Bara Nusa meminta berbagai temuan terkait pengelolaan PDAM dibuka secara transparan kepada publik. Mereka juga mendesak adanya tindak lanjut atas hasil kajian Lamtek Universitas Indonesia yang disebut berkaitan dengan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur air.
Bara Nusa turut menyoroti keberadaan bangunan intake yang mereka duga berada pada area yang melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS). Massa meminta persoalan tersebut dikaji secara menyeluruh dan apabila terbukti melanggar ketentuan, dilakukan relokasi sesuai aturan yang berlaku.
Tak berhenti di situ, massa juga meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan gratifikasi, suap, serta bentuk penyimpangan lain dalam pengelolaan PDAM Tirta Asasta.
Mereka juga meminta dugaan keterlibatan Supian Suri, yang disebut pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Tirta Asasta Depok, diperiksa melalui mekanisme hukum apabila ditemukan bukti yang cukup.
Koordinator lapangan, Sandi Butar-Butar, mendesak Komisi VII DPR RI tidak mengabaikan berbagai persoalan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
“Berbagai persoalan yang ditemukan harus ditindaklanjuti dan dijelaskan kepada masyarakat. Hasil kajian Lamtek Universitas Indonesia juga harus mendapat perhatian dan tindak lanjut,” kata Sandi dalam orasinya.
Sementara itu, anggota Bara Nusa, Adi Kurniawan, menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah kawasan Depok. Ia meminta pemerintah dan pengelola PDAM menjadikan persoalan tersebut sebagai perhatian serius.
Aksi sempat diwarnai gesekan antara massa dengan petugas pengamanan internal atau Pamdal PT Tirta Asasta.
Gesekan terjadi setelah massa menutup akses keluar-masuk karyawan perusahaan. Situasi sempat memanas, namun petugas berhasil mengendalikan keadaan sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Berdasarkan laporan kegiatan, massa mulai tiba di lokasi sekitar pukul 09.55 WIB. Aksi kemudian dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penyampaian orasi dan tuntutan.
Setelah seluruh aspirasi disampaikan, aksi berakhir sekitar pukul 11.55 WIB. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib. [RP_Rangga]

Komentar