Dikpora Dompu Evaluasi Revitalisasi 57 PAUD, Progres Pembangunan Masih Bervariasi

 

Dompu, Mediaruangpublik.com - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu melalui Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) memperketat pembinaan dan evaluasi terhadap lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) penerima program revitalisasi tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan program, mulai dari pengelolaan anggaran, perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan fisik, berjalan transparan, akuntabel dan sesuai petunjuk teknis.

Sebanyak 57 lembaga PAUD penerima program revitalisasi diundang dalam kegiatan pembinaan tersebut, termasuk para konsultan perencana pembangunan.

Kepala Bidang PLS Dikpora Kabupaten Dompu, Muhammad Sadik, S.Pd., mengatakan evaluasi diperlukan untuk mengetahui secara nyata perkembangan pembangunan masing-masing lembaga penerima program.

Menurut dia, progres pembangunan di 57 PAUD tersebut hingga kini belum seragam. Sebagian sudah mencapai sekitar 50 persen, bahkan ada yang hampir rampung. Namun, masih terdapat pula lembaga yang belum memulai pekerjaan.

“Progresnya bervariasi. Ada yang sudah 50 persen, ada yang hampir 100 persen, bahkan ada juga yang masih nol persen. Jadi progresnya tidak sama,” ujar Sadik kepada awak media usai kegiatan pembinaan.

Ia menjelaskan, pihaknya dalam kegiatan tersebut meminta setiap lembaga menyampaikan laporan mengenai persentase pekerjaan fisik yang telah dilaksanakan.

“Hari ini kami meminta laporan persentase pekerjaan fisik mereka, karena sampai sekarang laporannya belum ada yang masuk ke kami,” katanya.

Sadik juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam melakukan pengawasan langsung terhadap seluruh lokasi pembangunan. Dikpora Dompu tidak memiliki anggaran khusus untuk mengawasi secara rutin pembangunan program revitalisasi tersebut.

“Di dinas tidak ada anggaran untuk melakukan pengawasan pembangunan program revitalisasi ini. Tetapi sesekali kami akan turun, terutama ke lokasi PAUD yang dekat-dekat,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh lembaga penerima program agar melaksanakan pembangunan secara bertanggung jawab dan memperhatikan kualitas pekerjaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Sadik berharap program revitalisasi tersebut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan sarana pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak usia dini di Kabupaten Dompu.

“Harapan kami, seluruh lembaga dapat melaksanakan pembangunan ini dengan baik dan berkualitas sesuai petunjuk teknis. Program revitalisasi ini merupakan amanat Presiden melalui Kementerian Pendidikan,” tegasnya. [*/01]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.