Muhammad Syaiful Daftar Pilkades Ndano Na’e, Dorong Politik Desa Berbasis Gagasan


Bima, Mediaruangpublik.com - Muhammad Syaiful, S.Pd., atau Mas Tommy, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Ndano Na’e, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (16/9/2026).

Mendaftarkan diri sekitar pukul 08.16 WITA, Muhammad Syaiful langsung menyuarakan pentingnya mengubah pola kontestasi politik desa dari sekadar mengandalkan popularitas dan kedekatan sosial menjadi persaingan gagasan, program dan kapasitas kepemimpinan.

Bagi dia, Pilkades bukan hanya soal siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk menilai arah pembangunan desa yang ditawarkan setiap calon.

“Politik di desa seharusnya jauh lebih baik dan santun. Karena itu, masyarakat perlu melihat calon pemimpin dari integritas, wawasan, serta visi dan misi yang jelas dan terarah untuk membangun desa,” kata Muhammad Syaiful seusai mendaftar.

Ia menilai seorang kepala desa memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan kontestasi. Kepala desa akan berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat, pelayanan publik, pemerintahan, hingga agenda pembangunan desa.

Karena itu, menurut dia, masyarakat perlu menggunakan pertimbangan yang matang sebelum menentukan pilihan.

Muhammad Syaiful juga mengingatkan agar pilihan politik warga tidak terjebak pada faktor hubungan keluarga, pertemanan, kelompok maupun kedekatan tertentu.

“Pemimpin desa harus mampu memimpin seluruh masyarakat. Karena itu, memilih pemimpin harus berdasarkan kriteria kepemimpinan dan pertimbangan yang matang,” ujarnya.

Setelah resmi mendaftarkan diri, Muhammad Syaiful menyampaikan rasa syukur sekaligus meminta doa masyarakat agar seluruh proses pencalonannya dapat berjalan lancar.

“Alhamdulillah, pagi ini tepat pukul 08.16 kami telah mendaftar sebagai calon Kepala Desa Ndano Na’e. Doakan kami agar terhindar dari fitnah dunia dan diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah,” katanya.

Ia menegaskan, proses Pilkades harus menjadi ruang demokrasi yang sehat, terbuka, dan santun. Perbedaan pilihan, menurutnya, tidak semestinya menjadi alasan masyarakat terpecah.

Muhammad Syaiful pun mengajak masyarakat mencermati visi, misi, program, serta komitmen seluruh calon sebelum menentukan pilihan.

Pendaftaran tersebut menambah dinamika menjelang Pilkades Ndano Na’e. Kontestasi kepemimpinan desa itu kini tidak hanya menjadi pertarungan elektoral, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menguji gagasan dan program yang ditawarkan para kandidat.

Pada akhirnya, masyarakat Ndano Na’e akan menentukan siapa yang dinilai mampu memperoleh kepercayaan untuk memimpin desa dan membawa agenda pembangunan dalam periode pemerintahan berikutnya. [*/RP]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.