Kemenag dan Dinsos Dompu Sinergikan Penyuluh Agama dengan Pendamping PKH

Dompu, Mediaruangpublik.com - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memperkuat sinergi dengan Dinas Sosial setempat untuk melibatkan Penyuluh Agama Islam dalam pendampingan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Dompu H. Najamuddin, S.Pd., M.Pd, mengatakan keberadaan penyuluh agama di delapan kecamatan menjadi potensi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung program sosial pemerintah di tingkat masyarakat.

"Kami memiliki penyuluh di 8 Kecamatan, mereka ada di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin penyuluh berkolaborasi aktif dengan pendamping PKH dan TKSK di lapangan, terutama dalam pembimbingan dan penyuluhan," kata H Najamuddin saat melakukan kunjungan sinergitas ke Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Jumat (18/9/2026). 

Menurut dia, para penyuluh agama memiliki desa binaan sehingga dapat berperan dalam memberikan pendampingan yang menyentuh aspek mental dan spiritual masyarakat.

Kolaborasi tersebut diarahkan pada pembinaan mental spiritual KPM PKH, penguatan ketahanan keluarga, pencegahan kenakalan remaja, serta penanganan berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, H. Najamuddin didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Dompu H. Burhanuddin, S.Ag dan dua staf. Rombongan diterima Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Dompu Dede Mulyadi, AKS, yang mewakili Kepala Dinas Sosial.

Dede Mulyadi menyambut baik inisiatif Kemenag Dompu untuk memperkuat kerja sama dalam pendampingan masyarakat.

Ia mengatakan kolaborasi antarinstansi diperlukan agar berbagai program sosial dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat kepada masyarakat sesuai kebutuhan.

"Kedatangan Kakan Kemenag kami sambut baik. Apa yang menjadi program dari Kementerian Agama, pihak Dinas Sosial sepakat dan siap kerja sama," ujarnya.

Dede juga menekankan pentingnya kesepahaman data antarlembaga untuk mencegah terjadinya tumpang tindih bantuan maupun program di lapangan.

Menurut dia, Dinas Sosial Kabupaten Dompu saat ini juga telah membangun kolaborasi program dengan BAZNAS Kabupaten Dompu sehingga koordinasi dan sinkronisasi data menjadi bagian penting dalam pelaksanaan intervensi sosial.

"Kuncinya kita harus sepahaman data supaya tidak terjadi overlap, sehingga intervensi program tepat sasaran," katanya.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pendampingan masyarakat Kabupaten Dompu, terutama keluarga penerima manfaat, dengan menggabungkan pendekatan kesejahteraan sosial dan pembinaan moral serta spiritual.

Dengan keterlibatan Penyuluh Agama Islam bersama pendamping PKH dan TKSK, pendampingan masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu dan berkelanjutan. [RP_US/Red]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.