PMI Asal Bima Hadapi Masalah di Arab Saudi, AMBI : Sponsor Jangan Lepas Tangan

 Jakarta, Mediaruangpublik.com - Harapan untuk mencari penghidupan di negeri orang justru berujung persoalan yang kini harus dihadapi Leni Marlina, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Simpasai, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kondisi Leni di Arab Saudi menjadi perhatian serius setelah keluarganya mengadukan persoalan tersebut kepada DPP Angkatan Muda Bima Indonesia (AMBI), Sabtu (19/9/2026). AMBI kemudian meminta pemerintah dan instansi terkait turun tangan memastikan perlindungan terhadap Leni.

Sekjen DPP AMBI, Akang Yhadin, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dan pengaduan yang diterima pihaknya, terdapat dugaan persoalan dalam proses keberangkatan Leni ke Arab Saudi.

Salah satunya menyangkut dugaan perubahan alamat domisili. Leni disebut menggunakan alamat di Kelurahan Oi Mbo, Kecamatan Rasanae, Kota Bima dalam proses keberangkatannya.

“Leni diduga dipindahkan alamat domisilinya oleh oknum sponsor pada 2024. Sebelum diberangkatkan, yang bersangkutan juga sempat diinapkan di Jakarta untuk proses pembuatan paspor,” kata Akang Yhadin.

AMBI menyebut, berdasarkan keterangan keluarga, persoalan tidak berhenti pada proses keberangkatan. Setelah berada di Arab Saudi, Leni disebut menghadapi kondisi dan perlakuan yang diduga tidak sesuai dengan pekerjaan maupun keadaan yang sebelumnya dijanjikan.

Situasi tersebut, menurut AMBI, turut berdampak terhadap kondisi psikologis Leni. “Informasi yang kami terima dari keluarga, Leni mendapatkan perlakuan yang dinilai sudah di luar batas kewajaran kemanusiaan. Saat ini dia juga mengalami beban psikologis,” tegas Yhadin.

Di tengah kekhawatiran keluarga, AMBI menyatakan tidak ingin persoalan tersebut dibiarkan berlarut-larut.

DPP AMBI mengaku telah menerima pengaduan keluarga Leni dan mengambil langkah koordinasi dengan pihak kementerian terkait di Jakarta guna mendorong penanganan serta perlindungan terhadap PMI yang bersangkutan.

“Kami dari DPP AMBI menerima aduan dari keluarga Leni. Kami kemudian berkoordinasi dengan pihak kementerian agar persoalan ini segera ditangani dan ada kepastian perlindungan terhadap PMI yang bersangkutan,” ujarnya.

AMBI Jakarta juga menyoroti pihak yang diduga berperan sebagai sponsor dalam proses keberangkatan Leni.

Jika nantinya hasil pemeriksaan resmi menemukan adanya pelanggaran atau keberangkatan yang tidak sesuai prosedur, AMBI meminta pihak yang terlibat bertanggung jawab dan tidak membiarkan Leni beserta keluarganya menghadapi persoalan tersebut sendirian.

“Jangan hanya berani memberangkatkan PMI, tetapi ketika muncul persoalan kemudian lepas tangan. Kalau memang terbukti ada keterlibatan dalam keberangkatan nonprosedural ini, pihak yang bertanggung jawab harus menghadapi konsekuensinya dan tidak boleh membiarkan PMI serta keluarganya menanggung persoalan seorang diri,” tegas Yhadin.

AMBI meminta pemerintah dan aparat maupun instansi berwenang mengusut persoalan tersebut secara menyeluruh.

Pemeriksaan diharapkan tidak hanya menyentuh kondisi Leni di Arab Saudi, tetapi juga menelusuri proses sebelum keberangkatan, termasuk dugaan perubahan alamat domisili, proses pembuatan dokumen, pihak yang memberangkatkan, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Bagi AMBI, persoalan ini bukan sekadar tentang satu orang PMI. Di balik keberangkatan seorang pekerja migran terdapat harapan keluarga yang ditinggalkan, harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, bukan menghadapi persoalan tanpa kepastian perlindungan.

Karena itu, AMBI menegaskan perlindungan terhadap PMI harus menjadi prioritas. Setiap dugaan pelanggaran dalam proses penempatan pekerja migran perlu ditelusuri secara serius agar tidak ada pihak yang hanya mengambil keuntungan dari proses pemberangkatan, sementara ketika persoalan muncul, PMI dan keluarganya justru harus menanggung akibatnya.

AMBI memastikan akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan instansi terkait untuk mengawal pengaduan keluarga Leni hingga mendapatkan tindak lanjut.

“Kami berharap keluarga besar Leni tetap tenang. AMBI akan terus mengawal persoalan ini dan menyampaikan perkembangan berdasarkan informasi resmi yang kami terima,” pungkas Akang Yhadin. [RP_Rangga]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.