Polemik Combine Harvester Dompu : Dokumen Penerima Dipertanyakan, Kadis Pertanian Sebut Isu Fitnah

Dompu, Mediaruangpublik.com - Polemik terkait bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) jenis combine harvester kembali mencuat di Kabupaten Dompu. Kali ini, keberadaan salah satu unit combine harvester yang disebut-sebut dibawa ke wilayah Bima menjadi sorotan.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut keberadaan alat, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai status penerima, dasar penggunaan, hingga dokumen penetapan bantuan yang disebut berasal dari program tahun 2025.

Sorotan itu disampaikan Reza Dompu, mantan anggota Tim BBF-DJ. Ia meminta pemerintah daerah membuka secara transparan dokumen terkait bantuan tersebut, khususnya Surat Keputusan (SK) penerima combine harvester tahun 2025.

“Kalau memang bantuan untuk kelompok tani, tunjukkan SK penerimanya. Jangan sampai fasilitas yang seharusnya untuk masyarakat justru berpindah tangan dan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” tegas Reza.

Menurutnya, keterbukaan dokumen menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas siapa penerima bantuan, di mana alat tersebut diperuntukkan, serta bagaimana ketentuan pemanfaatannya.

Reza juga mempertanyakan munculnya informasi yang mengaitkan persoalan combine harvester tersebut dengan kepentingan politik dan tim calon bupati tertentu.

“Jangan bohongi masyarakat. Buka status barangnya secara terang. Kalau memang sah, tunjukkan dokumennya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid PTP, Nurhidayah, S.PT., ketika dikonfirmasi mengenai combine harvester yang dibagikan pada 2025, menyatakan bahwa persoalan tersebut bukan berada di bagian yang dipimpinnya.

Menurutnya, penanganan terkait bantuan tersebut berada langsung di bawah Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu.

“Yang dibagikan tahun 2025 itu bukan dari bagian kami. Itu sudah ditangani langsung oleh kepala dinas,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Sahrul Ramadhan, SP., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (24/9/2026), membantah informasi yang beredar di media sosial terkait persoalan combine harvester tersebut.

Sahrul menyebut informasi yang beredar sebagai fitnah. Ia juga mengatakan telah menerima laporan dari kepala bidang terkait persoalan tersebut.

“Isu yang beredar di media sosial itu fitnah. Saya sendiri sudah disampaikan oleh kepala bidang tadi pagi,” ujarnyaujarnya singkat. [RP_01]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.