Bupati Dompu Pimpin Upacara Nasional, Kepala Kemenag Dompu Panjatkan Doa untuk Bangsa

 

Dompu, Mediaruangpublik.com - Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar upacara gabungan memperingati Hari Lahir Pancasila ke-79 dan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Karijawa, Senin (1/6/2026). 

Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat Nasionalisme dengan dihadiri ribuan peserta dari unsur ASN, TNI-Polri, Pelajar hingga Masyarakat Umum.

Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, tampil sebagai Inspektur Upacara. Sementara Do'a penutup dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, H. Najamuddin, S.Pd., M.Pd, yang memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa Indonesia. [US/83]

Sejak pagi, Lapangan Karijawa dipenuhi peserta upacara yang mengenakan pakaian dinas dan seragam sekolah. Prosesi dimulai pukul 07.30 WITA dipimpin Komandan Upacara Kapten Kalveleri Syarifuddin dari Kodim 1614/01 Dompu.

Pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh tim Purna Paskibraka Kabupaten Dompu menjadi salah satu momen yang menyita perhatian peserta. Suasana semakin khidmat saat Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun, membacakan Pembukaan UUD 1945.

Dalam amanatnya, Bupati Bambang Firdaus membacakan pidato Kepala BPIP RI, Prof. Yudian Wahyudi. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum memperkuat komitmen kebangsaan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, bangsa ini tetap kokoh berdiri karena menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama,” ujar Bupati.

Tema Nasional tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, disebut sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Nilai gotong royong, persatuan, dan kemanusiaan dinilai menjadi kekuatan Indonesia dalam menjaga stabilitas bangsa.

Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan memperkuat rasa cinta tanah air. “Mari terus menjaga api kebangsaan agar tetap hidup dalam jiwa generasi penerus bangsa,” katanya.

Usai peringatan Harlah Pancasila, upacara dilanjutkan dengan amanat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang membahas pentingnya menjaga generasi muda di era transformasi digital.

Tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menitikberatkan pada perlindungan anak dan penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan berbagai program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari makan bergizi gratis, pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih.

Pemerintah pusat juga menegaskan komitmennya menjaga ruang digital yang aman bagi anak melalui penerapan PP TUNAS atau Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Menjelang akhir kegiatan, suasana hening menyelimuti Lapangan Karijawa saat Kepala Kemenag Dompu memimpin doa bersama. 

Seluruh peserta menundukkan kepala, memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa damai, maju, dan diberkahi persatuan.

Upacara dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pejabat daerah, organisasi wanita, camat, lurah, kepala desa, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. [US/83]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.