Proyek Rp1 Miliar SMPN Satap 4 Hu'u Disorot, Diduga Gunakan Kayu Tak Layak

Dompu, Mediaruangpublik.com - Proyek rehabilitasi dan pembangunan ruang belajar di SMPN Satap 4 Hu'u, Desa Hu'u, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang dibiayai melalui bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan anggaran mencapai Rp1,057 miliar itu diduga menggunakan material kayu bekas dan sejumlah jenis kayu yang dinilai tidak layak untuk konstruksi bangunan Sekolah.

Program yang merupakan bagian dari Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 tersebut dikerjakan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 22 Mei hingga 9 September 2026. Kegiatan meliputi rehabilitasi dua ruang kelas dan pembangunan satu ruang belajar baru.

Namun, hasil investigasi awak media di lokasi proyek menemukan sejumlah material kayu yang diduga tidak memenuhi standar kualitas konstruksi. 

Beberapa jenis kayu yang ditemukan antara lain kayu kapas jawa yang digunakan pada bagian kap atap, kayu aru nangka dan beberapa jenis kayu lainnya pada sejumlah bagian bangunan.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung. Pasalnya, proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semestinya mengedepankan mutu bangunan demi menjamin keamanan dan kenyamanan peserta didik dalam jangka panjang.

Kekhawatiran juga datang dari masyarakat setempat. Seorang warga Dusun Nangadoro, Desa Hu'u, yang berinisial H mengaku prihatin dengan material yang digunakan dalam proyek tersebut.

"Kayu yang digunakan itu menurut kami tidak layak untuk bangunan Sekolah. Kayunya mudah lapuk dan gampang rusak. Kalau dipaksakan digunakan, bukan tidak mungkin suatu saat atapnya bisa roboh dan membahayakan siswa maupun guru," ungkap H saat dimintai keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, warga setempat bahkan telah menyampaikan masukan kepada pihak Sekolah maupun pelaksana agar menggunakan material yang lebih berkualitas demi menjamin ketahanan bangunan.

"Kami pernah memberikan masukan kepada pihak Kepala Sekolah maupun pelaksana agar menggunakan kayu yang bagus dan sesuai standar. Karena ini bangunan Sekolah yang akan digunakan anak-anak untuk belajar," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN Satap 4 Hu'u maupun pihak pelaksana proyek belum berhasil dikonfirmasi. Saat awak media mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penggunaan material tersebut, pihak yang berwenang tidak berada di tempat hingga berita ini dipublikasikan. [RP. 01]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.