Dua Guru P3K Manggelewa Terseret Isu Hubungan Khusus, Suami Mengaku "Terkejut"

 

Dompu, Mediaruangpublik.com - Dugaan adanya hubungan khusus antara dua oknum guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, tengah menjadi sorotan dan perbincangan masyarakat.

Informasi yang beredar menyebutkan dugaan tersebut melibatkan seorang guru perempuan berinisial AC (28) yang bertugas di SDN 29 Manggelewa, serta seorang guru laki-laki berinisial R yang mengajar di SDN 30 Manggelewa. Keduanya diketahui berstatus sebagai guru P3K.

Suami AC, Rustam (29), mengaku pertama kali mengetahui dugaan hubungan tersebut setelah menerima telepon dari istri R. Dalam percakapan itu, ia mengaku diminta untuk menasihati istrinya agar tidak lagi menjalin komunikasi maupun hubungan dengan suami perempuan tersebut.

"Saya cukup terkejut menerima telepon itu. Istri R meminta saya agar mengingatkan istri saya untuk tidak lagi berhubungan dengan suaminya," ungkap Rustam.

Menurutnya, informasi tersebut membuat dirinya terpukul dan menimbulkan berbagai pertanyaan terkait kondisi rumah tangganya. Ia mengaku masih berupaya mencari kejelasan dan kebenaran atas dugaan yang berkembang tersebut.

Rustam juga menyatakan telah meminta istrinya untuk sementara waktu kembali ke rumah orang tuanya. Ia menegaskan akan mengambil sikap setelah memperoleh kepastian terkait dugaan tersebut.

Persoalan ini menjadi perhatian karena melibatkan tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan bagi peserta didik maupun masyarakat. Selain itu, Rustam mengaku dirinya sempat menerima tekanan dan ancaman agar menghapus unggahan terkait persoalan tersebut di media sosial Facebook.

"Saya berharap masalah ini dapat diselesaikan secara baik dan terang. Sebagai pendidik, mereka seharusnya memberikan contoh yang baik bagi lingkungan sekolah dan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, AC belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan media melalui pesan WhatsApp ke nomor yang bersangkutan belum mendapatkan jawaban.

Media ini juga masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak terkait lainnya guna mendapatkan informasi yang berimbang dan memastikan kebenaran atas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. [RP. 01]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.