Warga Desak BAZNAS Dompu Tempuh Jalur Hukum, Kasus Hilangnya Beras Zakat Dinilai Mengusik Kepercayaan Umat
Dompu, Mediaruangpublik.com - Polemik dugaan hilangnya beras zakat di gudang penyimpanan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Dompu terus menuai perhatian publik. Masyarakat mendesak agar kasus tersebut tidak berhenti pada klarifikasi internal semata, melainkan segera dibawa ke ranah hukum untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Tokoh pemerhati sosial Kabupaten Dompu, Suryadin, S.Pd.I., SH, menegaskan bahwa hilangnya beras yang merupakan hak para penerima zakat tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, peristiwa tersebut menyangkut amanah umat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.
"Kami sangat prihatin atas informasi hilangnya beras di gudang BAZNAS Dompu yang mencuat beberapa waktu lalu. Sampai hari ini masyarakat belum memperoleh penjelasan yang utuh, termasuk apakah kasus ini sudah dilaporkan kepada aparat penegak hukum atau belum," ujar pria yang akrab disapa Gugel, Rabu (24/6/2026).
Ia menilai, beras yang diduga hilang merupakan aset zakat yang diperuntukkan bagi fakir miskin dan kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan. Karena itu, setiap kehilangan harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan zakat, Gugel menyampaikan tiga tuntutan utama kepada BAZNAS Dompu.
Pertama, BAZNAS diminta segera melaporkan kasus tersebut kepada Polres Dompu dalam waktu sesingkat-singkatnya atau 1 X 24 Jam agar penyelidikan dapat dilakukan secara profesional dan independen.
Kedua, BAZNAS perlu menyampaikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat mengenai waktu kejadian, jumlah beras yang hilang, kondisi gudang penyimpanan, pihak yang bertanggung jawab, serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Ketiga, ia mendorong dilakukannya audit independen dengan melibatkan Inspektorat Kabupaten Dompu, Kementerian Agama Kabupaten Dompu, serta BAZNAS Provinsi NTB guna menelusuri tata kelola gudang, sistem pengamanan, data stok, hingga rekaman CCTV apabila tersedia.
Menurut Gugel, zakat merupakan instrumen penting dalam kehidupan sosial umat Islam yang dibangun atas dasar kepercayaan. Oleh sebab itu, setiap persoalan yang berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat harus ditangani secara serius dan terbuka.
"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama pengelolaan zakat. Jika ada dugaan kehilangan aset zakat, maka penanganannya harus jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai muncul spekulasi yang semakin merugikan lembaga maupun masyarakat penerima manfaat," tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat Dompu berharap BAZNAS menunjukkan komitmen nyata dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, langkah hukum dan audit menyeluruh akan menjadi bukti keseriusan lembaga dalam menjaga amanah umat.
"Kami percaya BAZNAS memiliki niat baik. Namun kepercayaan itu harus dijaga melalui tindakan konkret. Kasus ini perlu diusut hingga tuntas agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat dan demi menjaga marwah pengelolaan zakat," katanya.
Gugel menegaskan bahwa masyarakat akan terus mengawal perkembangan kasus dugaan hilangnya beras zakat tersebut hingga ada kejelasan yang dapat diterima publik serta pertanggungjawaban yang transparan dari pihak terkait. [RP. 01]

Komentar