Perjuangan Berbuah Prestasi, Ayunda Fatarani Putri Guru Gale Mbawi Resmi Lolos Paskibraka Kabupaten Dompu 2026
Dompu, Mediaruangpublik.com - Kabar membanggakan datang dari Desa Mbawi, Kabupaten Dompu. Ayunda Fatarani, siswi kelas X-4 SMA Negeri 1 Dompu sekaligus putri dari Suryadin atau yang akrab disapa Gugel, berhasil mengukir prestasi dengan lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Dompu Tahun 2026.
Keberhasilan tersebut diumumkan secara resmi melalui Pengumuman Panitia Seleksi Nomor: 200.1.2/168/BPKB/2026, setelah Ayunda berhasil melewati delapan tahapan seleksi yang berlangsung ketat, objektif dan profesional dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.
Perjalanan menuju seragam kebanggaan itu bukanlah jalan yang mudah. Di balik nama yang kini terpampang sebagai peserta terpilih, tersimpan perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.
Latihan sejak dini hari, berlari menembus dinginnya pagi, berbaris di bawah terik matahari, menjalani tes fisik yang menguras tenaga, hingga menghadapi ujian wawasan kebangsaan, intelegensi umum, parade, PBB, samapta, dan wawancara kepribadian yang menguji mental.
Semua proses itu akhirnya terbayar lunas. Dengan mata berkaca-kaca dan hati yang dipenuhi rasa syukur, sang ayah menyampaikan pesan yang begitu menyentuh. "Selamat, Nak... kamu berhasil menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Dompu Tahun 2026.
Perjuanganmu membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Saat nanti kamu mengibarkan Sang Merah Putih, ingatlah bahwa yang kamu bawa bukan hanya bendera, tetapi amanah bangsa, nama sekolah, nama keluarga, dan kehormatan Indonesia. Jaga sikapmu, jaga hatimu, dan tetaplah rendah hati," ungkap Gugel penuh haru.
Ia mengaku masih mengingat jelas saat putrinya pertama kali datang dengan penuh semangat sambil berkata, "Uma, saya mau daftar Calon Paskibraka."
Saat itu, ia tahu jalan yang akan ditempuh putrinya tidaklah mudah. Berbulan-bulan Ayunda rela meninggalkan waktu istirahat demi latihan, belajar menghafal Pancasila dan UUD 1945, memperdalam wawasan kebangsaan, hingga mempersiapkan diri menghadapi seleksi yang tingkat kesulitannya disebut-sebut tak jauh berbeda dengan seleksi TNI dan Polri.
"Hari ini namamu ada dalam daftar itu. Ini bukan sekadar tentang terpilih menjadi pengibar bendera. Ini tentang keberanianmu memilih disiplin ketika banyak yang memilih kenyamanan. Tentang semangatmu berjuang ketika orang lain berkata tidak mungkin," tutur sang ayah.
Baginya, seragam Paskibraka bukan sekadar pakaian kebesaran. "Seragam itu berat, bukan karena kainnya, tetapi karena makna dan tanggung jawab yang terkandung di dalamnya."
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan Ayunda, mulai dari panitia seleksi yang dinilai profesional dan objektif, Kepala SMA Negeri 1 Dompu Muhamad Ihsan, M.Pd., Pembina Paskib Deny Syahrial, M.Pd., Wali Kelas X-4 Nurul Walidai, S.Pd., seluruh dewan guru, hingga keluarga besar yang tak henti memberikan doa dan semangat.
Kini perjuangan Ayunda belum berakhir. Seleksi telah usai, namun pengabdian baru saja dimulai. Seluruh keluarga berharap ia mampu menjalani pendidikan dan pelatihan dengan baik hingga sukses mengemban tugas sebagai anggota Paskibraka pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.
Di mata keluarganya, keberhasilan ini bukan hanya sebuah prestasi, melainkan bukti bahwa mimpi besar hanya akan datang kepada mereka yang berani berjuang tanpa menyerah.
"Uma percaya kamu mampu. Teruslah belajar, tetap rendah hati, dan jadilah teladan bagi generasimu. Selamat bertugas, wahai Pasukan Merah Putih. Merdeka!". [RP. 83]

Komentar