Didukung SDA Melimpah, Gugel Yakin Pulau Sumbawa Layak Jadi Provinsi Baru
Dompu, Mediaruangpublik.com - Polemik mengenai wacana pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kembali menghangat setelah beredarnya surat terbuka dari pemilik akun media sosial Rusdiansyah Koko Ruy Lawyer yang menyatakan penolakannya terhadap rencana pemekaran tersebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komite Percepatan Pembentukan Propinsi Pulau Sumbawa (KP4S) Kabupaten Dompu Suryadin, S.Pd.I.,SH Alias Gugel, menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa bukanlah isu baru, melainkan aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade.
Menurutnya, Pulau Sumbawa memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kapasitas ekonomi yang cukup kuat untuk berdiri sebagai daerah otonom baru. Ia menyebut sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pertambangan menjadi kekuatan utama yang dimiliki wilayah tersebut.
"Pulau Sumbawa setiap tahun menghasilkan lebih dari 900 ribu ton jagung dan memiliki populasi sapi potong lebih dari 500 ribu ekor. Belum lagi potensi perikanan yang membentang dari Teluk Saleh hingga Teluk Bima serta sektor pertambangan yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional," ujar Gugel saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (6/6/2026).
Ia menilai, jika seluruh potensi tersebut dihitung secara komprehensif, nilai ekonomi Pulau Sumbawa mencapai puluhan triliun rupiah per tahun. Kondisi itu, kata dia, menjadi modal kuat untuk mendukung keberlangsungan Provinsi Pulau Sumbawa apabila pemekaran terealisasi.
Selain memiliki basis ekonomi yang menjanjikan, Gugel juga menyoroti aspek fiskal yang dinilai cukup mendukung. Sumber pendapatan daerah dapat berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH) sektor sumber daya alam, serta berbagai skema transfer pemerintah pusat seperti DAU dan DAK.
Sebagai gambaran, realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi NTB pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp6,62 triliun. Dengan potensi ekonomi yang tersebar di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, menurutnya daerah tersebut memiliki peluang besar untuk tumbuh dan mandiri secara fiskal.
Gugel juga menyayangkan munculnya penolakan terhadap PPS tanpa mempertimbangkan secara utuh kondisi, kebutuhan, dan harapan masyarakat Pulau Sumbawa.
"Perjuangan ini bukan perjuangan sesaat dan bukan kepentingan kelompok tertentu. Ini adalah aspirasi yang telah diperjuangkan oleh banyak tokoh dan elemen masyarakat selama lebih dari 20 tahun. Karena itu, mari kita menghargai proses dan semangat perjuangan tersebut," tegas Gugel yang merupakan warga Desa Mbawi, Kecamatan Dompu ini.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangan secara objektif dan konstruktif agar diskusi mengenai pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa tetap berjalan sehat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. [Gafar]

Komentar