Apel Pagi Kemenag Dompu Jadi Momen Haru, Perpisahan Penuh Makna untuk ASN Purna Tugas
Dompu, Mediaruangpublik.com - Pagi itu, Kamis (30/4/2026), suasana di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu terasa berbeda. Barisan Aparatur Sipil Negara tetap rapi seperti biasa, namun ada keheningan yang lebih dalam seolah menyimpan rasa yang tak terucap.
Apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Burhanuddin, S.Ag., bukan sekadar rutinitas. Di balik amanat yang disampaikan, terselip momen perpisahan yang mengundang haru.
Dengan suara yang tenang namun sarat makna, H. Burhanuddin mengingatkan pentingnya disiplin, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Namun, suasana mulai berubah ketika ia menyampaikan satu kabar yang menyentuh hati seluruh peserta apel.
Salah satu sosok yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Kemenag Dompu, Misdah, S.Pd., akan memasuki masa purna tugas terhitung mulai 1 Mei 2026.
Sejenak suasana terasa hening. “Atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Dompu, kami mengucapkan terima kasih yang setulus - tulusnya atas pengabdian Ibu Misdah.
Banyak jejak kebaikan yang telah ditinggalkan. Dan kami juga memohon maaf, jika selama kebersamaan ada hal yang kurang berkenan,” ucap H. Burhanuddin, penuh ketulusan.
Bagi banyak orang di halaman itu, Misdah bukan sekadar rekan kerja. Ia adalah bagian dari cerita panjang, dari tawa di sela tugas hingga perjuangan bersama menghadapi berbagai dinamika pelayanan.
Purna tugas bukan hanya tentang berhentinya rutinitas kerja. Ia adalah perpisahan dengan kebiasaan, dengan ruang-ruang yang telah menjadi saksi pengabdian bertahun-tahun.
Namun seperti yang disampaikan H. Burhanuddin, pengabdian sejati tidak pernah benar-benar selesai. “Pengabdian tidak berhenti di sini. Ia hanya berpindah ruang. Dari kantor, ke tengah masyarakat, ke keluarga, dan ke kehidupan yang lebih luas,” ujarnya.
Apel pagi itu pun berubah menjadi momen refleksi tentang waktu yang berjalan, tentang dedikasi yang tak selalu terlihat, dan tentang jejak yang akan selalu tertinggal.
Kepergian Misdah, S.Pd., dari dunia birokrasi menjadi pengingat bagi semua yang hadir, bahwa setiap masa memiliki akhirnya, namun nilai pengabdian akan selalu hidup, mengalir dan menginspirasi mereka yang melanjutkan langkah.
Di tengah barisan yang perlahan kembali bubar, satu hal terasa pasti hari ini bukan hanya tentang apel pagi. Ia adalah tentang perpisahan, penghargaan dan kenangan yang akan terus tinggal. [US/83]

Komentar