Hari Jadi Berubah Jadi Teka-Teki : Wabup Tak Muncul, Dompu Diterpa Isu Disharmoni
Dompu, Mediaruangpublik.com - Perayaan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211 yang seharusnya berlangsung khidmat dan penuh simbol kebersamaan, justru berubah menjadi panggung tanda tanya besar. Dalam upacara sakral yang digelar di Pendopo, Sabtu (11/4/2026).
Sorotan tajam publik tertuju pada satu hal mencolok, yakni Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, berdiri sendiri tanpa kehadiran Wakil Bupati, Syirajudin, SE.
Ketiadaan orang nomor dua di Dompu dalam momentum sepenting ini langsung memantik spekulasi liar. Publik mulai mencium aroma ketidakharmonisan di tubuh pemerintahan daerah.
Ketidakhadiran tersebut dinilai bukan sekadar absen biasa, melainkan sinyal kuat adanya dugaan keretakan politik di lingkaran elite.
Media sosial pun meledak. Beragam komentar bernada sindiran hingga kekhawatiran bermunculan.
Salah satunya datang dari Ilham Yahyu, seorang advokat Dompu, yang secara blak-blakan menyindir situasi tersebut melalui akun Facebook nya yakni :
“Peringatan Hari Jadi Dompu, momentum sakral, tapi bupati ‘single’ tanpa pasangan. Dompu Maju berstatus janda atau duda?”
Sindiran pedas itu langsung menyulut reaksi publik lainnya. Nada serupa juga dilontarkan Yos Sudaryo, seorang wartawan, yang mempertanyakan keberadaan Wakil Bupati secara terbuka melalui akun Facebook miliknya.
“Wabup tidak tampak dalam upacara HUT Dompu ke-211. Kemana? Apakah saya yang salah lihat atau memang tidak hadir? Apakah beliau baik-baik saja?”, Sindirnya.
Ia bahkan menegaskan, jika benar Wakil Bupati absen dalam agenda sepenting itu, maka kondisi Pemerintahan Dompu layaknya “janda dan duda tanpa pasangan”, sebuah metafora yang menohok soal disharmoni kepemimpinan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi terkait alasan ketidakhadiran Wakil Bupati. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan, namun belum membuahkan jawaban.
Situasi ini semakin memperkuat persepsi publik, ada sesuatu yang tidak beres di balik panggung kekuasaan Dompu. Apakah ini hanya kebetulan, atau benar adanya retakan yang mulai membesar?
Satu hal yang pasti, di hari yang seharusnya menjadi simbol persatuan, Dompu justru dipertontonkan dengan potret kepemimpinan yang dipenuhi tanda tanya. [RP. 01]

Komentar