Voli Putra Dompu Absen di Porprov 2026, Keputusan Tuai Sorotan

 

Dompu, mediaruangpublik.com – Dunia olahraga di Kabupaten Dompu kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini, keputusan tidak diikutsertakannya tim bola voli putra dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 memicu berbagai reaksi, terutama dari kalangan pecinta voli.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua PBVSI Kabupaten Dompu Nomor: 02/PBVSI-DPU/III/2026 tertanggal 30 Maret 2026. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari surat KONI Kabupaten Dompu Nomor: 06/KONI-DPU/DPU/III/2026 terkait hasil pleno dan Rencana Kerja dan Kegiatan (RKK) penetapan cabang olahraga yang akan berlaga di Porprov mendatang.

Melalui proses evaluasi yang dilakukan tim BINPRES KONI Dompu selama masa pemusatan latihan, sejumlah cabang olahraga dinyatakan tidak memenuhi kriteria untuk diberangkatkan. Salah satunya adalah tim bola voli indoor putra. 

Alasan utama yang dikemukakan yakni rendahnya intensitas latihan sejak Desember 2025 hingga pertengahan Februari 2026, terutama dari sisi kehadiran atlet.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua PBVSI Dompu, Hanafi, S.Sos., mewakili jajaran pengurus dan pelatih, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya para atlet yang telah berjuang dalam persiapan menuju Porprov 2026.

Namun, keputusan ini justru menuai kritik dari para penggemar bola voli di Dompu. Mereka menilai kebijakan tersebut merugikan atlet, terlebih mengingat prestasi tim voli putra yang sebelumnya mampu meraih posisi runner-up pada Porprov sebelumnya.

“Ini keputusan yang sulit diterima. Kalau alasan utamanya soal kurangnya intensitas latihan, seharusnya itu menjadi tanggung jawab bersama antara pelatih dan pengurus, bukan sepenuhnya dibebankan kepada atlet,” ujar salah satu pecinta voli Dompu yang enggan disebutkan namanya.

Mereka juga mempertanyakan sejauh mana pembinaan dan pengawasan dilakukan sejak awal, sehingga persoalan kedisiplinan latihan tidak terdeteksi lebih dini. Keputusan ini pun memunculkan dugaan adanya hal yang belum sepenuhnya terungkap di balik pencoretan tim voli putra dari daftar peserta Porprov 2026.

Situasi ini menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga di Dompu, agar ke depan tidak hanya berorientasi pada hasil evaluasi semata, tetapi juga memperkuat sistem pembinaan, komunikasi, dan tanggung jawab bersama antara atlet, pelatih, dan pengurus. [RP. 01]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.