BPKAD Dompu Ajak Media Bersinergi

 

Dompu, mediaruangpublik.com – Upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan media kembali diperkuat. 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, menerima kunjungan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Selasa sore (21/4/2026), dalam suasana hangat dan penuh dialog konstruktif.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya itu tak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk merajut sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers. 

Syahroni menegaskan, peran media sangat strategis dalam mendukung kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

Ia mengakui, membangun kedekatan dengan media bukan hanya soal hubungan formal, melainkan langkah strategis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik.

“Media punya peran besar dalam membantu menyampaikan kerja-kerja pemerintah. Kedekatan ini adalah potensi positif untuk mendorong kemajuan OPD,” ujarnya.

Namun demikian, Syahroni menegaskan bahwa kemitraan tersebut tidak boleh mencederai independensi pers. Ia memastikan, ruang idealisme media tetap harus dijaga tanpa intervensi dari pihak mana pun.

“Silakan tetap kritis dan profesional. Kami tidak ingin mengintervensi. Tapi kemitraan tetap penting karena pada dasarnya kita saling membutuhkan,” tegasnya.

Menurutnya, opini publik sangat cepat terbentuk di era informasi saat ini. Karena itu, kehadiran media menjadi kunci dalam memastikan informasi pemerintah tersampaikan secara utuh dan tidak bias.

Ia juga mengingatkan, tanpa hubungan yang harmonis dengan media, kinerja OPD yang baik berisiko tidak dikenal luas oleh masyarakat.

“Kerja bagus saja tidak cukup. Kalau tidak tersampaikan dengan baik, masyarakat tidak akan tahu. Di sinilah pentingnya komunikasi yang sehat dengan media,” katanya.

Lebih jauh, Syahroni menyoroti dinamika industri media yang penuh tantangan. Ia menilai, kolaborasi yang dibangun harus dilandasi prinsip saling menghargai dan berorientasi jangka panjang, bukan sekadar kepentingan sesaat.

“Yang kita bangun adalah hubungan berkelanjutan. Kalau hanya sesaat, justru tidak akan membawa manfaat,” tambahnya.

Terkait peluang kerja sama dengan SMSI, ia menyatakan terbuka, namun tetap menekankan pentingnya mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku.

“Peluang itu ada, tapi harus tetap melalui prosedur yang benar. Tidak bisa hanya mengandalkan kedekatan,” pungkasnya. [Tim]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.