Suara Hati Warga Kwangko, Serka Budiman Jangan Dipindahkan

Dompu, Mediaruangpublik.com – Di balik tenangnya Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, tersimpan kegelisahan yang tak mudah diungkapkan. Luka lama belum benar-benar sembuh, namun bayang-bayang kehilangan kembali menghantui. 

Kali ini, warga bersatu menyuarakan harapan, yakni tak ingin lagi kehilangan sosok Babinsa yang telah menjadi bagian dari kehidupan desa.

Melalui Pemerintah Desa, aspirasi itu disampaikan dengan penuh harap kepada jajaran Pimpinan TNI, mulai dari tingkat Koramil, Kodim, hingga Komando Tertinggi. 

Permintaan mereka sederhana, namun sarat makna, "Pertahankan keberadaan Babinsa di Desa Kwangko".

Bagi masyarakat, Babinsa bukan sekadar aparat keamanan. Ia adalah penggerak kebersamaan, penjaga ketenangan, sekaligus penghubung antara negara dan rakyat di tingkat paling bawah. Kehadirannya telah memberi rasa aman dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah warga.

Kenangan akan kepergian Babinsa sebelumnya masih membekas. Sosok yang dahulu mengabdi sebagai putra daerah kini hanya tinggal cerita, meninggalkan duka mendalam dan kekosongan yang nyata dirasakan masyarakat.

“Atas nama seluruh warga, kami berharap tidak lagi kehilangan putra terbaik kami yang mengabdi sebagai Babinsa,” demikian suara hati yang disampaikan penuh keikhlasan.

Kini, harapan itu bertumpu pada Serka Budiman. Sosok Babinsa yang dinilai telah menyatu dengan masyarakat, hadir dalam setiap kegiatan, dari urusan keamanan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. 

Keberadaannya selama ini dianggap mampu menjaga harmoni desa sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan berbasis kebersamaan.

Kepala Desa Kwangko, Abdul Salam, menyampaikan bahwa kehadiran Serka Budiman bukan hanya penting, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. 

“Kami ingin beliau tetap di sini. Kami sudah merasakan manfaat dan kedekatan itu. Bersama beliau, kami yakin desa ini bisa terus maju,” Ujarnya dengan nada penuh harap.

Bagi warga Kwangko, mempertahankan Babinsa bukan sekadar soal penempatan tugas, melainkan tentang menjaga rasa aman, kepercayaan, dan ikatan emosional yang telah terbangun kuat.

Di desa kecil ini, harapan itu terus dijaga. Warga hanya ingin satu hal yakni tidak ingin kehilangan lagi sosok yang selama ini berdiri bersama mereka, dalam suka maupun duka. Sebab bagi Kwangko, Babinsa adalah lebih dari sekadar penjaga, ia adalah bagian dari keluarga. [RP.01]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.